Edukasi

Bekali Jamaah Hadapi Kematian, Masjid As-Salam Sutopadan Gelar Pelatihan Pemulasaraan Jenazah Secara Syar’i

A
Admin As-Salam
04 Mei 2026 3 mnt baca 41 views
Bekali Jamaah Hadapi Kematian, Masjid As-Salam Sutopadan Gelar Pelatihan Pemulasaraan Jenazah Secara Syar’i

 

BANTUL – Kematian adalah sebuah kepastian yang tidak bisa dihindari oleh setiap makhluk hidup. Namun, sering kali saat takdir itu tiba, keluarga atau tetangga terdekat merasa bingung dan tidak siap dalam menangani jenazah sesuai dengan tuntunan syariat. Menanggapi hal tersebut, pengurus Takmir Masjid As-Salam Sutopadan menggelar kegiatan Pelatihan Pemulasaraan Jenazah bagi jamaah dan warga sekitar.

 

Kegiatan yang berlangsung di ruang utama masjid ini menghadirkan Ustadz Hilman Nugraha sebagai narasumber sekaligus instruktur praktik. Pelatihan ini dirancang secara komprehensif, mulai dari pemaparan teori berdasarkan dalil-dalil shahih hingga praktik langsung menggunakan contoh manusia, agar peserta benar-benar memahami setiap detail prosesnya.

 

Jamaah Sebagai Garda Terdepan

Ketua Takmir Masjid As-Salam menyampaikan bahwa tujuan utama pelatihan ini adalah untuk memberdayakan jamaah agar bisa menangani jenazah secepat mungkin dan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada "kaum" atau petugas jenazah dari luar wilayah saat ada musibah kematian, terutama ketika ada tetangga yang meninggal pada waktu malam atau dini hari.

""Kami berharap jamaah Masjid As-Salam bisa menjadi garda terdepan. Ketika ada tetangga atau keluarga yang meninggal, kitalah yang paling pertama membantu memandikan dan mengkafani jenazahnya,""

Ustadz Hilman Nugraha dalam penyampaiannya menekankan pentingnya menjaga privasi dan aib jenazah. "Mengurus jenazah bukan sekadar menjalankan teknis, tapi ini adalah amanah besar untuk menjaga kehormatan saudara kita yang telah berpulang," tegas beliau.

 

Edukasi Syariat : Panduan Memandikan & Mengkafani Jenazah

Sebagai bagian dari edukasi bagi pengunjung website, berikut adalah poin-poin penting dalam pemulasaraan jenazah berdasarkan dalil-dalil shahih yang disampaikan dalam pelatihan:

1. Tata Cara Memandikan Jenazah

Memandikan jenazah adalah kewajiban pertama (Fardhu Kifayah). Beberapa hal utama yang perlu diperhatikan:

  • Penyediaan Air: Gunakan air yang bersih dan sejuk. Disunnahkan mencampur air dengan daun bidara (Sidr) atau pembersih lain yang harum
  • Mendahulukan Anggota Wudhu & Bagian Kanan: Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ saat putri beliau meninggal: "Mulailah dari anggota badan yang sebelah kanan dan anggota-anggota wudhu padanya." (HR. Bukhari dan Muslim).
  • Menutup Aurat: Selama dimandikan, aurat jenazah (antara pusar hingga lutut) wajib tetap tertutup kain dan tidak boleh dilihat secara langsung.
  • Jumlah Siraman: Dilakukan secara ganjil (tiga, lima, atau lebih jika diperlukan).
  • Penggunaan Kapur Barus: Pada siraman terakhir, disunnahkan mencampurkan sedikit kapur barus agar jenazah lebih awet dan harum.

2. Tata Cara Mengkafani Jenazah

Setelah kering dari proses memandikan, jenazah kemudian dikafani dengan langkah sebagai berikut:

  • Jenis Kain: Menggunakan kain putih yang bersih dan menutupi seluruh tubuh. Rasulullah ﷺ bersabda: "Pakailah pakaian kalian yang berwarna putih, karena itu adalah sebaik-baik pakaian kalian, dan kafanilah orang yang meninggal di antara kalian dengan warna putih." (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).
  • Jumlah Lapis:
    • Laki-laki: Disunnahkan tiga lapis kain kafan tanpa baju dan sorban.
    • Perempuan: Lima lapis (kain basahan, baju kurung, kerudung, dan dua lapis kain penutup).
  • Pemberian Wewangian: Memberikan wewangian (non-alkohol) pada tiap lapis kain kafan dan pada bagian-bagian tubuh jenazah seperti lubang hidung, telinga, dan persendian.
  • Cara Mengikat: Tali pengikat diletakkan di bagian kepala, bahu, pinggang, lutut, dan ujung kaki. Ikatan diletakkan di sisi kiri jenazah untuk memudahkan saat nanti dilepas di dalam liang lahat.

Kesimpulan dan Harapan

Pelatihan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab yang sangat antusias dari para warga. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Masjid As-Salam Sutopadan berharap dapat melahirkan tim pemulasaraan jenazah yang mandiri, sehingga pelayanan terhadap umat, terutama dalam kondisi duka, dapat dilakukan dengan lebih cepat, khidmat, dan sesuai dengan sunnah Nabi ﷺ.

Semoga langkah ini menjadi amal jariyah bagi para penyelenggara dan ilmu yang bermanfaat bagi seluruh jamaah.

A

Penulis Berita

Admin As-Salam

Tim redaksi dan kontributor konten dakwah digital. Berdedikasi dalam menyajikan informasi terkini seputar kegiatan Masjid As-Salam Sutopadan.