""Kegiatan ini bertujuan sebagai pelepas penat dan mendekatkan santriwan/ wati dengan alam.""Kegiatan di Dewi Tinalah diisi dengan manca krida (outbond). Beberapa permainan dilakukan oleh santriwan/ wati dengan penuh semangat dan gembira meski ditemani hujan gerimis. Kaos yang tadinya bersih pun berubah kecoklatan karena tak jarang mereka bermain kubangan air lumpur. Kerjasama antar anggota kelompok dan konsentrasi setiap individu menjadi hal yang dipelajari dalam permainan tadi. Outbond ditutup dengan jalan-jalan ceria ke sawah kemudian dilanjutkan ishoma. Kampung Satwa menjadi lokasi rihlah yang dipilih untuk bermain dan belajar mengenai satwa. Disini santriwan/ wati mencoba belajar mengenal dan mengidentifikasi hewan khususnya reptil dan unggas. Mereka tampak senang dan antusias mendengar penjelasan dari pemandu Kampung Satwa. Pengalaman menarik yang didapat tentu saja saat dapat berfoto dan memegang Burung Kakaktua, biawak, kura-kura, dan ular. Selepas salat Ashar berjamaah, rombongan melanjutkan perjalanan pulang ke Sutopadan. Direktur TPA Nurussalam, Darundi melalui pesan singkat mengucapkan terima kasih atas bantuan dan dukungan yang diberikan oleh semua pihak sehingga acara ini dapat terselenggara. "Semoga dengan kegiatan ini anak-anak semakin rajin berangkat TPA", imbuhnya. "Kami tunggu acara selanjutnya", timpal salah satu walisantri, Puspita Rini Hasanah. Wahhh semoga harapan Pak Direktur dapat terwujud dan terealisasi. Kalau acara selanjutnya kira-kira yang menarik apa yaa?