BANTUL – Gema takbir berkumandang memenuhi langit Sutopadan saat ribuan umat Muslim berkumpul untuk menunaikan ibadah salat Id berjamaah yang diselenggarakan oleh Takmir Masjid As-Salam Sutopadan. Kegiatan tahunan yang sarat akan nilai historis ini kembali dipusatkan di kawasan strategis sekitar SD Kadipiro 1, sebuah lokasi yang telah menjadi saksi bisu perjalanan dakwah masjid tersebut selama lebih dari dua puluh tahun.
Transformasi Lokasi demi Kenyamanan Jamaah
Penyelenggaraan salat Id oleh Masjid As-Salam Sutopadan bukanlah agenda baru. Tradisi ini telah konsisten dijalankan selama lebih dari dua dekade. Pada masa awal perintisannya, seluruh rangkaian ibadah hanya dipusatkan di dalam halaman SD Kadipiro 1. Namun, seiring dengan pesatnya pertumbuhan penduduk dan meningkatnya antusiasme umat, daya tampung halaman sekolah tersebut tidak lagi memadai.
Menyikapi perkembangan tersebut, pengurus masjid melakukan langkah adaptif dengan memperluas area salat. Saat ini, kegiatan ibadah meluas hingga ke badan jalan aspal yang cukup lebar di depan sekolah guna menampung luapan jemaah. Meski demikian, halaman SD Kadipiro 1 tetap dipertahankan sebagai area utama, khususnya bagi jemaah laki-laki, sementara area jalan digunakan untuk memastikan seluruh jemaah mendapatkan tempat yang layak dan nyaman.
Menarik Antusiasme Lintas Wilayah
Ketokohan dan manajemen penyelenggaraan yang rapi membuat pelaksanaan salat Id di lokasi ini tidak hanya dihadiri oleh warga asli Sutopadan. Banyak jemaah yang berasal dari luar kampung turut hadir memadati shaf-shaf yang telah disiapkan. Pada pelaksanaan kali ini, panitia mencatat sebanyak kurang lebih 1.200 jemaah berpartisipasi dalam ibadah tersebut, menciptakan suasana kebersamaan yang luar biasa.
Stategi Dakwah dan Pelestarian Tradisi
Keputusan pengurus untuk tetap menyelenggarakan salat Id di kawasan SD Kadipiro 1 merupakan langkah yang penuh pertimbangan. Padahal, jika ditinjau dari kapasitas, halaman Masjid As-Salam sendiri dinilai sudah cukup luas untuk menampung jemaah khusus warga lokal Sutopadan.
Namun, pihak takmir memiliki visi yang lebih luas. Terdapat tiga alasan utama mengapa lokasi ini tetap dipertahankan:
-
Kapasitas yang Lebih Luas: Memberikan fleksibilitas ruang bagi jemaah yang jumlahnya terus meningkat setiap tahunnya.
-
Syi’ar Dakwah: Penyelenggaraan di ruang publik yang lebih terbuka memungkinkan jangkauan dakwah Islam terasa lebih luas dan inklusif bagi masyarakat sekitar.
-
Mempertahankan Tradisi: Menjaga nilai sejarah dan ikatan emosional warga terhadap lokasi yang telah digunakan selama lebih dari 20 tahun tersebut.
Melalui konsistensi ini, pengurus Masjid As-Salam Sutopadan berharap kegiatan salat Id tidak hanya menjadi ritual tahunan semata, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga serta memperkuat posisi masjid sebagai pusat pemberdayaan dan pemersatu umat di wilayah Sutopadan dan sekitarnya.
Topik Terkait:
Penulis Berita
Admin As-Salam
Tim redaksi dan kontributor konten dakwah digital. Berdedikasi dalam menyajikan informasi terkini seputar kegiatan Masjid As-Salam Sutopadan.